Senin, 20 Oktober 2014

Senin, 16 Juni 2014

Lukisan 'Rini', Karya Bung Karno


Lukisan cat minyak berjudul Rini karya Bung Karno di Ruang Keluarga, Istana Bogor. (foto: presidenri.go.id)
Bukan rahasia lagi jika Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, adalah seorang pecinta seni. Namun tak hanya gemar menikmati berbagai jenis kesenian, Soekarno juga memiliki karya-karya seni hasil pikiran dan tangannya sendiri. Salah satu hasil karyanya adalah sebuah lukisan berjudul “Rini”.

Pulasan cat minyak yang disapu oleh Bung Karno diatas kain berukuran 89x70 cm ini merupakan hasil skets Dullah yang kemudian diselesaikan Bung Karno pada 2 November 1958. Sempat berpindah-pindah tempat di ruangan-ruangan Istana Bogor, sekarang lukisan ini menghiasai Ruang Keluarga. Sebelumnya lukisan yang menggambarkan seorang wanita ini pernah dipajang di Ruang Film dan Ruang Kerja Presiden di Istana Bogor.

Dalam lukisan ini terlihat seorang wanita yang sedang duduk menghadap ke sebelah kanan. Dengan rambut hitam disanggul, terlihat sekuntum bunga berwarna putih, merah, dan hijau dibelakang telinga kirinya. Rini dalam lukisan ini menggenakan kebaya sederahan berwarna hijau muda dan kain bernuansa cokelat ornamen-ornamen batik. Sedangkan latar dari lukisan ini terlihat polos dengan sapuan campuran cat berwarna putih dan kuning muda.

PENETAPAN DAN PUTUSAN



1.  Penetapan dan Putusan

Putusan yaitu keputusan pengadilan atas perkara gugatan berdasarkan adanya suatu sengketa atau perselisihan, dalam arti putusan merupakan produk pengadilan dalam perkara-perkara contentiosa, yaitu produk pengadilan yang sesungguhnya. Disebut jurisdiction contentiosa, karena adanya 2 (dua) pihak yang berlawanan dalam perkara (penggugat dan tergugat).
Adapun yang dimaksud dengan penetapan adalah keputusan pengadilan atas perkara permohonan (volunter), misalnya penetapan dalam perkara dispensasi nikah, izin nikah, wali adhal, poligami, perwalian, itsbat nikah, dan sebagainya. Penetapan merupakan jurisdiction valuntaria (bukan peradilan yang sesungguhnya). Karena pada penetapan hanya ada permohon tidak ada lawan hukum. Dalam penetapan. Hakim tidak menggunakan kata “mengadili”, namun cukup dengan menggunakan kata”menetapkan”.
  1. Macam-macam Putusan
Dilihat dari fungsinya, putusan hakim terdiri atas :
  1. Putusan akhir (eind vonis), yaitu putusan yang mengakhiri dipersidangan dan putusan ini merupakan produk utama dari suatu persidangan.